au yuṣbiḥa mā'uhā gauran falan tastaṭī‘a lahū ṭalabā(n).
Terjemahan: atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.”
Tafsir Kemenag
"Atau Allah menghancurkan kebun-kebun itu dengan bencana dari bumi dengan jalan menghisap air yang mengalirinya dan masuk ke dalam perut bumi, sehingga kamu tak dapat berbuat apa-apa untuk mencari air itu lagi."
Demikianlah harapan Yahuza yang mukmin itu, agar Allah memperlihat-kan kekuasaan-Nya secara nyata kepada orang yang kafir dan sombong itu. Dengan turunnya hukuman itu, baik berupa bencana dari langit ataupun dari bumi, manusia yang kafir itu bisa menjadi sadar.